Dari Bojonegoro untuk Indonesia: Pantun Perjuangan KH. Abdullah Faqih Menginspirasi Persatuan

Posted by : amvi 07/11/2025

Foto: KH Abdullah Faqih/ khusus

Bismillah pembuka kalam ilahi,
Syair bermakna, hati berseri,
KH. Abdullah Faqih jadi teladan,
Persatuan bangsa, cita-cita abadi.

Di Bojonegoro, tanah yang permai,
Lahir pahlawan, gagasan terurai,
Haul Pahlawan Nasional digagas,
Semangat juang, tak pernah usai.

Bulaklo desa kelahiran nan indah,
KH. Ahmad Thoha ayahanda tercinta,
Nyai Hj. Siti Rohmah ibunda mulia,
Pesantren Putri Tarbiyatul Banat, warisan berharga.

Nasab ibu hingga Joko Tingkir,
Gajah Mada pahlawan besar, takdir,
Ayah keturunan Arab Saudi,
Syekh Kahfi, makamnya jadi bukti.

Amvi hadirkan berita,
Abdulloh Faqih bicara bersemangat,
Puluhan ribu santri hadir nanti,
Kyai dan tokoh Islam, bersatu padat.

Syekh H. Machsum Baisa mendukung penuh,
Prof. Dr. HM. Kurnia Hasanudin turut serta,
Jenderal TNI Purn. H. Bibit Waluyo hadir,
Semangat kebersamaan, Indonesia berjaya.

Ziarah makam Islam jadi agenda,
Doa perjuangan dipanjatkan bersama,
Ceramah persatuan, kerukunan utama,
Modal membangun bangsa, sentosa selamanya.

Jenderal Sudirman jadi teladan,
KH. Hasyim Asy’ari, KH. Ahmad Dahlan pencerah,
Kebangkitan umat, mental bangsa diteguhkan,
Persatuan, kerukunan, keberkahan diraih.

Membangun masyarakat, damai sejahtera,
Persatuan umat, perdamaian sentosa,
Mengenang ulama, jasa tak terhingga,
Bung Tomo, Wahab Hasbullah, semangat membara.

Kiai muda populer, terus berjuang,
Hari Pahlawan, Sarasehan Ulama digelar,
Hari Santri dirayakan bersama,
Abdulloh Faqih, inovatif dan besar cita-cita.

Persatuan dan perdamaian diimpikan,
Sosok teladan, patut diikuti,
Semangat nasionalis, agamis menyatu,
Indonesia jaya, makmur selalu.

S. Uni menulis dengan hati,
Semoga pantun ini, jadi inspirasi,
Untuk bangsa dan agama tercinta,
Indonesia Raya, abadi selamanya. (TR)

RELATED POSTS
FOLLOW US