Foto: Khusus/Dokumen Istimewa
Bandung, 25 April 2025 – Gelombang nasionalisme membara di Bandung hari ini seiring terselenggaranya diskusi publik nasional yang membahas isu krusial: stabilitas politik dan visi Presiden ke-8 Republik Indonesia. Acara monumental yang diprakarsai Keluarga Besar Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia (KB APTSI) ini digelar Senin, 28 April 2025, di Hotel Asrilia, Bandung, dan menyedot perhatian seluruh lapisan masyarakat.
Dari pukul 08.00 hingga 17.30 WIB, Hotel Asrilia bertransformasi menjadi pusat pemikiran nasional. Diskusi bertajuk “Stabilitas Politik Nasional dan Visi Presiden ke-8 Indonesia serta Kinerja Kabinet Merah Putih” ini menghadirkan para tokoh terkemuka yang siap mengurai kompleksitas tantangan bangsa. Nama-nama besar seperti DR. Ir. H. Abdullah Puteh, M.Si (Pembicara Utama), Komjen Pol (Purn) DR. Drs. Dharma Pongrekun, M.M, ΜΗ – Mantan Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), dan Drs. Hendra Zon, MM – Ketua Umum KB APTSI – siap berbagi wawasan dan analisis mendalam.
Kehadiran Gubernur Jawa Barat dan jajaran Forkompinda Jabar, para Alim Ulama, BEM, Ketua-ketua Ormas dan LSM Jawa Barat, serta utusan dari Provinsi Bangka Belitung, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Aceh, semakin menegaskan pentingnya diskusi ini bagi seluruh Indonesia. Acara ini bukan sekadar forum diskusi, melainkan manifestasi nyata dari semangat kebangsaan untuk menjaga keutuhan dan kemajuan negeri tercinta.
Dukungan penuh dari Fahri Lubis, Tokoh Senior Pejuang Konstitusi, semakin mengukuhkan bobot dan makna diskusi ini. Beliau menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan acara yang diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan bagi stabilitas politik dan masa depan Indonesia.
Diskusi ini bukan hanya sekadar wacana, melainkan upaya nyata untuk merumuskan langkah-langkah strategis dalam menjaga stabilitas politik dan memastikan terwujudnya visi Presiden ke-8 yang sejalan dengan cita-cita luhur bangsa Indonesia. Semoga diskusi ini menjadi tonggak sejarah dalam perjalanan bangsa menuju Indonesia Raya yang lebih maju dan sejahtera.
Laporan: Jalal dan TIM

