Medan – Di kawasan Geopark Kaldera Toba yang indah, Forum Komunikasi Keluarga Samosir (FOKKSA) kembali melakukan aksi kepedulian dengan menanam 3.000 bibit pohon berbuah di Kecamatan Sianjur Mula Mula, yang difokuskan di SD Negeri 4 Sikkam dan situs Batu Hobon.
Sebagaimaan penelusuran Tim Media, Senin (24/11/2025) Ketua Dewan Pembina FOKKSA, Ir. R. Effendi Siboro, M.Si, telah memprogramkan kegiatan penanaman pohon produktif seperti mangga, avokad, petai, aren, dan kopi setiap tahunnya. Tujuan utamanya adalah mendukung pembangunan berkelanjutan untuk ekosistem kepariwisataan Danau Toba.
Ketua Umum FOKKSA, Drs. Hotman Situmorang, MM, menyampaikan bahwa program ini bukan hanya tentang menanam pohon, melainkan bentuk kasih sayang nyata terhadap tanah air dan masyarakat Samosir. “Ini adalah langkah konkret kita untuk memberikan harapan. Semoga masyarakat merawatnya dengan cinta, sehingga nanti menjadi sumber pendapatan berkelanjutan,” ujarnya.
Kepala Sekolah SD Negeri 4 Sikkam, Pangihutan N. Limbong, SS, menyatakan apresiasi terhadap kehadiran FOKKSA. “Kegiatan ini menjadi contoh baik bagi siswa tentang pentingnya melindungi alam,” tegasnya.
Acara yang meriah diisi oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh masyarakat, gereja, remaja, karang taruna, dan perwakilan Pemerintah Kabupaten Samosir. Sekretaris Jenderal FOKKSA, Rudi Harianto Manik, S.Pd., menekankan peran sentral masyarakat dalam menjaga keberhasilan program. “Kita semua adalah penjaga pohon-pohon ini. Bila dirawat, mereka akan berbuah lebat dan membawa manfaat ekonomi serta melindungi ekosistem,” katanya.
FOKKSA menegaskan bahwa penanaman pohon berbuah akan menjadi agenda tahunan, sebagai komitmen abadi untuk kesejahteraan masyarakat dan pelestarian alam di Kabupaten Samosir. (Tr)

