Foto: Idris Hady/Dokumen Khusus
Bandung, 28 April 2025 – Idris Hady, sang maestro moderasi, telah sukses memukau Indonesia dengan penampilannya yang luar biasa dalam Diskusi Publik Tingkat Nasional bertajuk “Stabilitas Politik Negara dan Visi Presiden Ke-8 RI Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto Serta Kinerja Kabinet Merah Putih.” Acara yang diselenggarakan oleh Keluarga Besar Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (KB APTSI) di Bandung hari ini, Senin, 28 April 2025, telah menjadi saksi bisu atas kemampuan Idris Hady dalam memimpin diskusi yang melibatkan tokoh-tokoh nasional terkemuka.
Diskusi yang dihadiri oleh figur-figur berpengaruh seperti Dr. Ir. H. Abdullah Puteh, Komjen Pol. (Purn) Drs. Dharma Pongrekun, MM, MH, dan Drs. Hendra Zon, MM (Ketua Umum KB APTSI), menjadi panggung bagi pertukaran ide dan gagasan yang tajam namun tetap terarah berkat sentuhan emas Idris Hady. Kemampuannya dalam mengelola dinamika diskusi, merangkum poin-poin krusial, dan memastikan setiap suara didengar, telah menciptakan ruang dialog yang produktif dan menarik perhatian seluruh hadirin.
Bukan sekadar memandu, Idris Hady berperan sebagai jembatan emas yang menghubungkan para pembicara dan audiens. Dengan kecerdasan dan keahliannya, ia mampu mengarahkan diskusi menuju pembahasan yang substansial mengenai stabilitas politik, visi Presiden, dan kinerja Kabinet Merah Putih. Pertanyaan-pertanyaan cerdas dan intervensi tepat waktu dari Idris Hady telah menghidupkan diskusi dan menciptakan suasana intelektual yang sangat dinamis.
Keberhasilan diskusi ini tak lepas dari peran krusial Idris Hady. Ia bukan hanya seorang moderator, melainkan sebuah kekuatan pendorong yang membawa percakapan menuju arah yang konstruktif dan bermakna bagi masa depan bangsa. Penampilannya yang profesional, cerdas, dan mengugah telah meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta dan menunjukkan betapa pentingnya peran seorang moderator yang berkualitas dalam menciptakan dialog nasional yang berkualitas. Idris Hady, dengan kemampuannya yang luar biasa, telah menetapkan standar baru dalam seni moderasi di Indonesia.
Laporan: Jalal dan TIM

